Loading
Sejarah Game FPS: Dari Doom hingga Era FPS Modern

Sejarah Game FPS: Dari Doom hingga Era FPS Modern

07 Sep 2026

Sejarah Game FPS: Dari Doom hingga Arena Breakout dan Era FPS Modern

Kalau kamu sering bermain game seperti Counter-Strike, Call of Duty, Battlefield, Valorant, Delta Force, atau Arena Breakout, mungkin kamu pernah bertanya-tanya: sebenarnya dari mana genre FPS berasal?

First-Person Shooter atau FPS merupakan salah satu genre game paling populer di dunia. Ciri khasnya adalah pemain melihat dunia permainan melalui sudut pandang karakter utama, seolah-olah pemain berada langsung di dalam tubuh karakter tersebut.

Saat ini, game FPS sudah berkembang jauh. Tidak hanya menawarkan tembak-menembak sederhana, tetapi juga menghadirkan kompetisi esports, mode multiplayer skala besar, cerita sinematik, hingga konsep extraction shooter yang menggabungkan elemen survival dan loot.

Namun, perjalanan tersebut tidak terjadi dalam semalam.

Mari kita melihat kembali sejarah game FPS, mulai dari eksperimen sederhana di era awal video game hingga menjadi salah satu genre terbesar dalam industri gaming modern.


Apa Itu Game FPS?

FPS merupakan singkatan dari First-Person Shooter.

Secara sederhana, FPS adalah genre game tembak-menembak yang menggunakan perspektif orang pertama. Pemain biasanya melihat senjata atau tangan karakter di layar, sementara dunia permainan terlihat dari sudut pandang karakter tersebut.

Konsep ini membuat pemain merasa lebih dekat dengan aksi di dalam game.

Berbeda dengan game third-person shooter yang memperlihatkan karakter dari belakang, FPS membuat pemain seolah-olah menjadi karakter tersebut.

Beberapa elemen yang biasanya ditemukan dalam game FPS antara lain:

Senjata api dan sistem shooting

Perspektif orang pertama

Combat real-time

Musuh berbasis AI atau pemain lain

Multiplayer online

Berbagai jenis senjata dan equipment

Map atau arena pertempuran

Sistem progression dan customization

Menariknya, game FPS tidak selalu harus memiliki tema perang modern. Ada FPS bertema sci-fi, horror, fantasy, militer, hingga extraction shooter.


Awal Mula Game FPS

Jauh sebelum Call of Duty dan Counter-Strike muncul, konsep permainan dengan perspektif orang pertama sebenarnya sudah mulai dieksperimenkan.

Salah satu tonggak penting dalam sejarahnya adalah Maze War, yang dikembangkan pada awal 1970-an.

Maze War menghadirkan lingkungan berbentuk labirin dan memungkinkan pemain melihat dunia dari perspektif orang pertama. Yang membuatnya sangat menarik adalah adanya elemen multiplayer melalui jaringan komputer.

Pada masa itu, teknologi gaming masih sangat terbatas.

Belum ada grafik 3D realistis seperti sekarang. Namun, konsep melihat dunia permainan dari perspektif karakter dan bertarung melawan pemain lain sudah mulai muncul.

Dari sinilah salah satu fondasi penting untuk perkembangan genre FPS mulai terbentuk.


Wolfenstein 3D dan Lahirnya FPS Modern

Memasuki awal 1990-an, perkembangan komputer semakin pesat.

Kemudian hadir sebuah game yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap sejarah FPS: Wolfenstein 3D.

Dirilis pada tahun 1992 oleh id Software, Wolfenstein 3D membawa perspektif first-person ke tingkat yang jauh lebih populer.

Pemain menjelajahi berbagai ruangan dan lorong sambil melawan musuh menggunakan berbagai senjata.

Walaupun teknologi grafisnya sangat sederhana dibandingkan game modern, pada zamannya pengalaman tersebut terasa revolusioner.

Wolfenstein 3D menunjukkan bahwa perspektif orang pertama dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman action game yang cepat dan intens.

Dan kemudian, id Software kembali membuat sejarah.


Doom Mengubah Dunia Game FPS

Pada tahun 1993, Doom dirilis.

Game ini sering dianggap sebagai salah satu game paling berpengaruh dalam sejarah genre FPS.

Doom membawa gameplay yang jauh lebih cepat dibandingkan game sebelumnya. Pemain harus bergerak cepat, menembak musuh, mencari jalan, mengumpulkan senjata, dan bertahan hidup.

Yang membuat Doom semakin populer adalah distribusinya.

Versi shareware Doom memungkinkan banyak orang mencoba bagian awal game secara gratis sebelum membeli versi lengkapnya.

Doom juga menjadi salah satu game yang membantu mempopulerkan konsep multiplayer melalui jaringan komputer.

Pada era tersebut, istilah "Doom clone" bahkan digunakan untuk menyebut game yang menggunakan konsep gameplay serupa.

Doom membuktikan bahwa FPS bukan sekadar eksperimen teknologi.

FPS bisa menjadi genre game besar.


Quake dan Evolusi Multiplayer FPS

Jika Doom membantu mempopulerkan FPS, Quake membawa genre ini menuju era 3D yang lebih modern.

Dirilis pada tahun 1996, Quake menggunakan teknologi grafis 3D yang lebih maju dibandingkan pendahulunya.

Tidak hanya grafis yang berkembang.

Gameplay multiplayer juga semakin serius.

Quake menghadirkan pertempuran cepat dengan pemain lain dan membantu membentuk fondasi competitive FPS.

Dari sinilah konsep seperti:

skill individu

movement

aiming

map control

reflex

competitive multiplayer

semakin penting dalam permainan FPS.

Quake kemudian menjadi salah satu game yang berpengaruh terhadap perkembangan esports dan competitive gaming.


Counter-Strike dan Lahirnya FPS Kompetitif

Memasuki akhir 1990-an, dunia FPS kembali mengalami perubahan besar.

Salah satu game yang memiliki pengaruh luar biasa adalah Counter-Strike.

Menariknya, Counter-Strike pada awalnya bukan game standalone. Game tersebut bermula sebagai modifikasi atau mod dari Half-Life.

Counter-Strike menghadirkan konsep pertandingan antara dua tim dengan tujuan berbeda.

Dalam mode klasiknya, satu tim berperan sebagai Terrorist sementara tim lainnya sebagai Counter-Terrorist.

Pemain tidak hanya dituntut memiliki kemampuan aiming.

Strategi, komunikasi, ekonomi dalam game, positioning, teamwork, dan pemahaman map menjadi sangat penting.

Konsep tersebut membuat Counter-Strike memiliki umur panjang dan menjadi salah satu game FPS kompetitif paling berpengaruh di dunia.


Era Call of Duty dan Battlefield

Memasuki tahun 2000-an, game FPS semakin berkembang.

Dua nama besar yang kemudian mendominasi genre ini adalah Call of Duty dan Battlefield.

Call of Duty pada awalnya dikenal sebagai game bertema Perang Dunia II.

Namun, seri tersebut kemudian berkembang menjadi franchise FPS besar dengan berbagai latar waktu dan konsep peperangan.

Sementara itu, Battlefield dikenal dengan pertempuran multiplayer berskala besar.

Kendaraan, lingkungan yang dapat dihancurkan, map luas, dan pertempuran antar tim menjadi identitas penting Battlefield.

Pada era ini, FPS mulai berkembang menjadi lebih dari sekadar permainan menembak.

Game FPS mulai menawarkan:

Story + Multiplayer + Progression + Competitive Gameplay

Pemain bisa menikmati campaign sendirian sekaligus bertarung dengan pemain lain secara online.


Halo dan Perkembangan FPS di Konsol

Sejarah FPS tidak hanya berkembang di PC.

Konsol juga memainkan peranan besar.

Salah satu franchise yang sangat berpengaruh adalah Halo.

Halo membantu menunjukkan bahwa FPS dapat dimainkan dengan sangat baik menggunakan controller.

Game tersebut memiliki sistem gameplay yang dirancang untuk konsol, dengan mekanisme aiming, weapon switching, kendaraan, dan multiplayer yang sangat kuat.

Kesuksesan Halo ikut memperluas pasar FPS kepada pemain konsol.

Sejak saat itu, FPS tidak lagi identik hanya dengan PC.


FPS Memasuki Era Esports

Seiring meningkatnya popularitas internet dan multiplayer online, FPS mulai berkembang menjadi olahraga kompetitif.

Game seperti Counter-Strike, Quake, Halo, dan kemudian berbagai judul lainnya membangun komunitas competitive gaming.

Pemain tidak lagi hanya bermain untuk bersenang-senang.

Muncul:

Turnamen

Tim profesional

Organisasi esports

Liga kompetitif

Streaming

Content creator

Sponsor

Hadiah uang

FPS kemudian menjadi salah satu genre utama dalam industri esports.

Kemampuan aiming, reaction time, game sense, komunikasi, dan strategi menjadi bagian penting dari skill seorang pemain profesional.


Perkembangan FPS Modern

Memasuki tahun 2010-an hingga sekarang, perkembangan teknologi semakin cepat.

Game engine menjadi semakin kuat.

Kartu grafis semakin canggih.

Internet semakin cepat.

Dan developer mulai menciptakan pengalaman FPS yang jauh lebih kompleks.

Game modern dapat menghadirkan:

Grafik realistis

Audio 3D

Physics

Destruction

Large-scale multiplayer

Weapon customization

Battle Pass

Ranked mode

Cross-platform

Seasonal content

FPS juga mulai bercabang menjadi berbagai subgenre.

Contohnya adalah:

Competitive FPS

Fokus pada pertandingan kompetitif dan skill.

Contoh:

Counter-Strike

Valorant

Rainbow Six Siege

Military FPS

Menghadirkan peperangan dengan tema militer.

Contoh:

Call of Duty

Battlefield

Delta Force

Hero Shooter

Menggabungkan FPS dengan karakter yang memiliki kemampuan unik.

Contoh:

Overwatch

Valorant

Battle Royale

Menggabungkan shooting dengan survival dan last-player-standing.

Contoh:

Call of Duty: Warzone

PUBG

Apex Legends

Extraction Shooter

Menggabungkan FPS dengan loot, survival, risk-reward, dan extraction.

Contoh:

Escape from Tarkov

Arena Breakout

Delta Force: Operations


Era FPS Mobile

Salah satu perkembangan paling menarik dalam sejarah FPS adalah masuknya genre ini ke perangkat mobile.

Dulu, game FPS dengan gameplay kompleks dianggap sulit dimainkan melalui smartphone.

Namun, perkembangan hardware smartphone, touchscreen, koneksi internet, dan teknologi game engine mengubah semuanya.

Game seperti Call of Duty: Mobile, PUBG Mobile, Critical Ops, dan berbagai FPS mobile lainnya membuktikan bahwa smartphone dapat menjadi platform gaming yang serius.

Kemudian muncul game dengan pengalaman yang semakin kompleks.

Salah satunya adalah Arena Breakout.


Arena Breakout dan Era Extraction Shooter

Berbeda dari FPS tradisional yang biasanya hanya berfokus pada memenangkan pertandingan, extraction shooter menawarkan konsep yang jauh lebih berisiko.

Dalam game extraction shooter, pemain masuk ke sebuah map untuk mencari loot.

Masalahnya adalah pemain harus berhasil keluar atau extract untuk membawa hasil loot tersebut.

Jika gagal?

Loot yang diperoleh dapat hilang.

Konsep ini menciptakan sistem risk vs reward yang sangat berbeda.

Pemain harus menentukan:

Apakah saya lanjut mencari loot, atau sekarang waktunya keluar?

Arena Breakout membawa konsep tersebut ke platform mobile dan menawarkan pengalaman tactical FPS yang lebih realistis.

Pemain harus memperhatikan:

Ammunition

Armor

Weapon condition

Medical supplies

Inventory

Sound

Positioning

Enemy movement

Extraction point

Kesalahan kecil dapat membuat seluruh perlengkapan yang dibawa hilang.

Inilah salah satu alasan mengapa extraction shooter memiliki pengalaman yang sangat menegangkan.


Delta Force dan Kembalinya FPS Tactical

Perkembangan FPS modern juga menunjukkan bahwa pemain masih menyukai peperangan berskala besar.

Salah satu contohnya adalah Delta Force.

Game modern dalam franchise tersebut menggabungkan elemen tactical shooter dengan pertempuran skala besar dan mode extraction.

Konsep seperti ini menunjukkan bagaimana genre FPS terus bereksperimen.

FPS modern tidak lagi harus memilih antara:

Competitive atau Casual

Single-player atau Multiplayer

Realistic atau Arcade

Developer sekarang dapat menggabungkan berbagai elemen tersebut dalam satu game.


Mengapa Game FPS Begitu Populer?

Ada beberapa alasan mengapa FPS mampu bertahan selama puluhan tahun.

1. Gameplay Mudah Dipahami

Konsep dasarnya sederhana:

Lihat → Bidik → Tembak.

Namun, menjadi benar-benar ahli membutuhkan latihan yang sangat panjang.

2. Skill Ceiling Tinggi

FPS memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan kemampuan.

Pemain dapat terus meningkatkan:

Aim

Reflex

Movement

Positioning

Game sense

Tactical decision

Communication

3. Multiplayer

Bermain melawan manusia lain membuat setiap pertandingan terasa berbeda.

AI dapat dipelajari.

Manusia jauh lebih sulit diprediksi.

4. Kompetitif

FPS sangat cocok untuk esports karena hasil pertandingan dapat sangat dipengaruhi oleh skill pemain.

5. Selalu Bisa Berkembang

Genre FPS terus menemukan bentuk baru.

Mulai dari arena shooter, military shooter, hero shooter, battle royale, hingga extraction shooter.


Masa Depan Game FPS

Lalu bagaimana masa depan FPS?

Kemungkinan besar genre ini akan terus berkembang bersama teknologi.

Beberapa teknologi yang berpotensi memengaruhi masa depan FPS antara lain:

AI

AI dapat digunakan untuk membuat musuh NPC yang lebih pintar dan dinamis.

Ray Tracing

Teknologi rendering dapat membuat pencahayaan dan refleksi semakin realistis.

Cloud Gaming

Game FPS dengan kualitas tinggi dapat dimainkan tanpa perangkat gaming kelas atas.

Virtual Reality

VR berpotensi membuat pengalaman FPS semakin immersive karena pemain benar-benar menggunakan gerakan tubuh untuk berinteraksi dengan dunia game.

Cross-Platform

Pemain PC, konsol, dan mobile semakin mungkin bermain dalam ekosistem yang sama.


Kesimpulan

Sejarah game FPS merupakan perjalanan panjang yang dimulai dari eksperimen sederhana dengan perspektif orang pertama hingga menjadi salah satu genre terbesar di industri game.

Dari Maze War, kemudian Wolfenstein 3D, Doom, Quake, Counter-Strike, hingga Call of Duty, Battlefield, Valorant, Arena Breakout, dan Delta Force, setiap generasi membawa inovasi baru.

Yang menarik adalah FPS tidak pernah benar-benar berhenti berkembang.

Dari sekadar menembak musuh di lorong, kini FPS dapat menawarkan dunia multiplayer yang kompleks, esports profesional, peperangan berskala besar, hingga extraction shooter yang membuat pemain mempertaruhkan seluruh loot mereka.

Dan mungkin, perkembangan FPS berikutnya akan membawa kita ke pengalaman yang bahkan belum bisa kita bayangkan hari ini.

Satu hal yang pasti: sejarah FPS belum selesai.


FAQ Seputar Game FPS

Apa kepanjangan FPS?

FPS adalah singkatan dari First-Person Shooter, yaitu genre game yang menggunakan perspektif orang pertama dan biasanya berfokus pada gameplay shooting.

Apa game FPS pertama?

Sejarah FPS memiliki beberapa tonggak awal. Maze War pada era 1970-an merupakan salah satu eksperimen awal yang menggunakan perspektif orang pertama, sementara Wolfenstein 3D pada 1992 sangat berpengaruh dalam membentuk FPS modern.

Apa game FPS paling populer?

Beberapa franchise FPS yang sangat populer antara lain Counter-Strike, Call of Duty, Battlefield, Valorant, Halo, Doom, PUBG, Rainbow Six Siege, Arena Breakout, dan Delta Force.

Apa itu extraction shooter?

Extraction shooter adalah subgenre FPS yang menggabungkan shooting dengan elemen loot dan survival. Pemain harus mengumpulkan perlengkapan kemudian berhasil melakukan extraction untuk mempertahankan loot tersebut.

Apakah FPS hanya bisa dimainkan di PC?

Tidak. Saat ini FPS tersedia di PC, konsol, dan smartphone. Perkembangan hardware mobile membuat berbagai FPS dengan gameplay kompleks dapat dimainkan melalui perangkat smartphone.


OrionPlay — Temukan Game, Nikmati Pertempuran, Mainkan Gayamu.

Bagikan artikel ini

Bantuan Pelanggan

© OrionPlay

All Rights Reserved

All trademarks belong to their respective owners.

v1.2.1